Postingan

Seputar Takdir, Allah tahu yang terbaik

Kisah Unik Dari Seorang Pelayan   “Khayr…! Pesanan dari meja nomor 10 belum dianter nih,” teriak seorang perempuan di Meja Kasirnya. Sambil sibuk   merapihkan poni rambut yang sebenarnya tidak berantakan.   Aku yang mendengar teriakan itu dari meja 3 menggerutu. “Kenapa tidak kau saja? Aku sedang mebereskan meja,” jawabku.   “Aku?! Kamu ga liat apa aku juga lagi …,” Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, ia melirik siapa pelanggan yang ada di meja 10.   Ternyata pelanggan itu adalah lelaki berwajah rupawan yang sedari tadi memerhatikannya. Dengan begitu Amel langsung menghampiri lelaki itu dengan mengantarkan pesanannya.   Melihat itu aku jadi kesal sendiri. Lihatlah wanita centil yang cantik karena make-up setebal tiga senti itu. Dia selalu saja mencari-cari perhatian lelaki tampan yang datang ke CafĂ© ini. Ah! Gawat, aku mulai sirik lagi ke Amel (Karena pada dasarnya Amel sudah cantik).   Harusnya aku berterima kasih pada cowok tampan meja 10 ...

Nama adalah Impian

Aku Adalah Namaku   Umar memasuki kelasnya yang sedang ricuh. Memutuskan untuk pergi ke Kantin. Meletakkan tasnya lalu melangkah kembali keluar kelas.   “Berani sekali mereka menantang kita?! Ga tahu rupanya siapa kita. Tunggu saja, mereka rasakan sendiri akibatnya!” teriak seorang murid yang mengetuai sekelompok murid berandalan. Yah, kalian tahu kan? Selalu ada geng seperti itu di SMA Negeri zaman sekarang.   Itu suara terakhir yang Umar dengar sebelum berbelok ke arah tangga yang menuju Kantin.   Sesampainya di sana, Umar langsung memesan segelas teh manis hangat. Lalu duduk di kursi terdekat. Merogoh saku kecil di bajunya. Mengambil Qur’an sakunya, lanjut membacanya. Sampai ada seseorang yang menepuk pundaknya.   “Assalamualaikum! Eh Umar, pagi-pagi udah ngaji aje,” sapa Faruq. Teman sekelas sekaligus tetangganya. Dan sekarang dia telah duduk di hadapan Umar.   Umar membalas salam temannya itu. Lalu menjabat tangannya. Itu sudah menjadi kebi...

Musim Dingin

Sebuah Es Yang Mencair   “Hah … hah …, lelahnya,” keluh seorang gadis kecil yang baru saja berlari dari kejaran anjing. Umurnya sekitar 6 tahun. Wajahnya yang imut itu memerah karena kelelahan. Ditambah dengan suhu udara yang mencapai minus tujuh derajat celcius.   Gadis kecil itu merapihkan penampilannya yang berantakan selepas berlari. Sekarang dia berada di sebuah lahan salju dekat hutan. Saat dia membenarkan posisi kerudungnya, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah patung berbentuk hati.   “Uwooh, daebak [1] !” pujinya. “Ups, salah. Maksudnya masya allah . Hehe, hampir aja. Entar a’in lagi patungnya. Bisa-bisa retak nanti ni patung. Terus jadi patung broken heart deh …, Hahaha,” oceh gadis kecil itu. Bisa ditebak dia adalah anak yang cerewet. Setuju?   Saat gadis itu sedang memperhatikan patung hati itu dari dekat, tak sengaja ia menyenggolnya. Sampai patung itu bergelinding ke arah turunan yang berada di depannya.   “ Eotteoghae ! [2] ” t...