Pawang Alam Laut
Kakak laki-lakiku tenggelam. Aku sedang berusaha menyelamatkannya. Sebagai pelatih renang, harusnya dia tidak tenggelam semudah itu. Namun yang terpenting sekarang dia harus selamat. “Akkh!” Kakiku keram, namun aku sudah biasa mengatasinya. Pertama jangan panik, aku hanya perlu menahan nafas dan menenggelamkan diri sampai nafasku habis. Teknik ini dilakukan untuk mengulur waktu sampai kakiku mendingan. Namun, aku lupa. Ini Pantai Parangtritis, dimana ombak tinggi tak pernah bisa diprediksi. Sayangnya sore ini arus ombak balik berskala besar. “To.. Tolong!!” Aku mulai berteriak panik. Karena arus air mulai membawaku dan kakiku masih belum bisa digerakkan. “Siapa pun tolong aku!!” Glek! Air laut mulai tertelan. Membuatku terbatuk-batuk, nafas pun mulai tak bisa kuatur. Ombak pun semakin tinggi, membawaku b...